Karama.id – Palu, Universitas Tadulako (Untad) bekerja sama dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar Seminar Kependudukan Tahun 2026 dalam rangka memperingati Hari Kependudukan Sedunia. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (21/7/2026), mengangkat tema “Mewujudkan Harapan dan Aspirasi Generasi Muda Hari Ini dan untuk Masa Depan.”
Seminar tersebut diikuti peserta dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, pemerintah daerah, perguruan tinggi, Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), hingga generasi muda yang memiliki perhatian terhadap isu-isu kependudukan.

Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., tampil sebagai narasumber dengan materi bertajuk “Mewujudkan Harapan dan Aspirasi Generasi Muda di Era Artificial Intelligence, Bonus Demografi, dan Indonesia Emas 2045.”
Dalam paparannya, Prof. Amar mengatakan Indonesia saat ini berada pada fase bonus demografi yang menjadi peluang besar untuk mempercepat pembangunan nasional. Namun, peluang tersebut hanya akan memberikan manfaat apabila diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, pendidikan yang berkualitas, penguasaan kompetensi, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi menjadi kunci agar generasi muda mampu memanfaatkan bonus demografi secara optimal.
“Bonus demografi merupakan peluang strategis yang harus dimanfaatkan dengan menyiapkan generasi muda yang unggul, adaptif, dan memiliki daya saing,” ujarnya.
Prof. Amar menilai perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan dan dunia kerja. Karena itu, generasi muda dituntut memiliki kemampuan belajar sepanjang hayat, literasi digital, serta karakter yang kuat agar mampu menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat.
Selain transformasi digital, ia juga menyoroti tantangan lain seperti perubahan struktur dunia kerja dan derasnya arus informasi yang membutuhkan kemampuan berpikir kritis dalam menyikapinya.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Amar menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga harus menjadi pusat keunggulan (Center of Excellence), pusat inovasi (Innovation Hub), pusat pemberdayaan masyarakat (Community Development Center), perguruan tinggi kewirausahaan (Entrepreneurial University), sekaligus universitas riset (Research University).
“Perguruan tinggi harus mampu melahirkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, serta menjadi mitra pemerintah dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan,” katanya.
Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi AI membuka peluang besar di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pertanian, hingga tata kelola pemerintahan. Namun demikian, penggunaan teknologi tersebut tetap harus memperhatikan aspek etika, keamanan data, dan kesiapan sumber daya manusia.
BKU Untad Tanam Ratusan Pohon Produktif, Perkuat Komitmen Green Campus di Dies Natalis ke-45
“AI tidak menggantikan manusia, tetapi manusia yang mampu memanfaatkan AI yang akan lebih siap menghadapi perubahan ke depan,” tegas Prof. Amar.
Menutup pemaparannya, Rektor Untad mengajak generasi muda untuk tidak hanya memiliki cita-cita, tetapi juga berani mewujudkannya melalui karya dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ia menekankan bahwa harapan generasi muda Indonesia tidak boleh berhenti sebagai mimpi, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, semangat belajar, dan kemampuan berkolaborasi.
“Kita harus mengubah aspirasi menjadi aksi, ilmu menjadi inovasi, dan potensi menjadi prestasi. Perguruan tinggi hadir bukan hanya mencetak lulusan, tetapi membentuk pemimpin yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat, bangsa, dan dunia,” pungkasnya.
Melalui seminar tersebut, Universitas Tadulako bersama Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sulteng berharap dapat memperkuat pemahaman generasi muda mengenai tantangan kependudukan sekaligus mendorong lahirnya sumber daya manusia yang inovatif, berdaya saing, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. *














